“Sebagai tindak lanjut amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, kami berfokus memastikan para pengusaha UMKM, khususnya di wilayah kantong kemiskinan, memperoleh akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar,” ujar Maman.
Pemerintah juga melakukan langkah digitalisasi dengan mengintegrasikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ke dalam platform SAPA UMKM.
Dengan data yang akurat, intervensi seperti pembagian kartu usaha, Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan skema pembiayaan PNM dapat tepat sasaran.
Ekraf Sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melihat potensi besar sektor ekraf dalam menjangkau masyarakat miskin ekstrem. Ia ingin ekraf tidak hanya sekadar hobi, melainkan menjadi pilar ekonomi yang berkelanjutan.
“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat, termasuk mereka yang berada di kelompok rentan. Kami mendorong akselerasi talenta serta akses pembiayaan agar pelaku ekraf mampu berkembang secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari the new engine of growth,” kata Teuku Riefky.
Replikasi Kesuksesan Kawasan Blok M
Pemilihan lokasi rapat di Blok M bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai sebagai bukti nyata kesuksesan transformasi ekosistem berbasis komunitas.
Dengan rata-rata 80.000 pengunjung per hari dan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp5 miliar setiap harinya, Blok M menjadi tolok ukur atau best practice yang akan direplikasi melalui program Pasar 1001 Malam.
Pendekatan evidence-based policy ini memperlihatkan bahwa ruang kreatif yang didukung konektivitas transportasi dapat menciptakan lapangan kerja luas dan inklusif.
Pemerintah optimistis, dengan sinergi yang makin rapat, UMKM dan ekraf akan menjadi instrumen paling efektif dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Baca Juga: 30 UMKM di Pontianak Ikut Pelatihan Pengelolaan Keuangan Digital










