“Tujuan lainnya yaitu menghasilkan poin-poin rekomendasi nyata untuk memperkuat inovasi dan mempercepat kemandirian teknologi kebencanaan nasional,” ujar Raditya.
Komitmen berkelanjutan terkait inovasi teknologi kebencanaan ini telah digaungkan secara konsisten oleh BNPB sejak perhelatan Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada tahun 2022 silam.
Baca Juga: Kepala BNPB Beri Pembekalan di Seskoad, Tekankan Sinergi dalam Sistem Penanggulangan Bencana
Mengingat kondisi geografis Indonesia yang sangat rawan terhadap bencana, langkah industrialisasi ini diharapkan mampu mengubah paradigma lama dari sekadar belanja teknologi menjadi penciptaan dan pengembangan industri mandiri.
“Tetapi situasi ini dapat dijadikan dorongan kuat untuk melahirkan inovasi teknologi penanggulangan bencana yang mandiri,” ungkap Raditya.
Seminar nasional ini akan menghadirkan pembicara kunci dari perwakilan kementerian, lembaga, pakar perguruan tinggi, praktisi, dan dunia usaha. Kegiatan ini rencananya akan dibuka langsung oleh Wakil Menteri Bappenas.
“Melalui pendekatan tersebut, diharapkan terbangun ekosistem industri kebencanaan yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan, sebagai pondasi menuju Indonesia yang resiliensi terhadap bencana dan perubahan iklim serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
(*Red)










