“Data keanggotaan yang besar harus diiringi dengan kualitas pembinaan yang baik, sehingga anggota Pramuka benar-benar memahami nilai dan keterampilan kepramukaan,” tegasnya.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Barat, Syarief Abdullah Alkadrie, yang turut hadir menyebut Pramuka sebagai wadah strategis pencetak pemimpin masa depan bernasionalisme kuat.
“Itu menjadi fondasi utama yang harus terus dijaga dan diperkuat di tengah berbagai tantangan zaman,” tegasnya.
Ia mengingatkan pentingnya peran pembina untuk menjaga integritas anggota.
“Jangan sampai ada anggota Pramuka yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, pencurian, atau tindakan kriminal lainnya. Ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama para pembina, untuk mengarahkan generasi muda ke arah yang positif,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pontianak, Firdaus Zar’in, menyoroti pentingnya penertiban atribut seragam agar sesuai ketentuan.
Baca Juga: Gerakan Pramuka Pontianak Timur Siap Maju Bersama
Pihaknya juga tengah memperkuat basis data keanggotaan melalui Kartu Tanda Anggota (KTA). Saat ini, sudah tercatat lebih dari 2.000 anggota Pramuka di wilayahnya.
“Kami masih melanjutkan pendataan ke seluruh kecamatan karena belum ada angka pasti jumlah anggota secara keseluruhan,” pungkasnya.
(*Red)
















