Waspada Karhutla, Pemkot Pontianak Siagakan Langkah Mitigasi

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama para petugas menyemprotkan air menggunakan selang pemadam dalam rangkaian simulasi pada Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Halaman Kantor Gubernur Kalbar. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama para petugas menyemprotkan air menggunakan selang pemadam dalam rangkaian simulasi pada Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Halaman Kantor Gubernur Kalbar. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Kami minta kepada warga Kota Pontianak, khususnya yang berada di lahan gambut, untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar. Karena pencegahan jauh lebih baik daripada pemadaman,” tegasnya.

Edi menilai tren luas lahan terbakar yang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa langkah pencegahan selama ini cukup efektif.

Namun, ia mengingatkan bahwa faktor cuaca tetap menjadi penentu utama.

Baca Juga: Infrastruktur Polnep Pontianak Mulai Disikat Kejaksaan Tinggi Kalbar

Jika dalam dua pekan ke depan tidak kunjung turun hujan, wilayah Pontianak akan semakin rentan.

Tidak hanya berisiko tinggi terhadap karhutla, kondisi kering juga mengancam pasokan air bersih akibat masuknya intrusi air laut ke Sungai Kapuas yang menjadi sumber air baku PDAM.

“Kalau di hulu tidak hujan, ini sangat berdampak terhadap intrusi air laut yang masuk ke Sungai Kapuas sehingga kadar garamnya meningkat. Saya sudah sampaikan juga agar jika awan masih ada, selayaknya dilakukan penyemaian garam (modifikasi cuaca) supaya hujan,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas air konsumsi masyarakat di tengah ancaman kemarau, pemerintah kota melalui dinas terkait juga akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas air minum kemasan maupun air galon isi ulang.

(FR)