“Kepada rekan-rekan media, saudara semua memiliki peranan yang sangat penting. Bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengedukasi. Saya harapkan awak media membantu membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya karhutla serta pentingnya melapor segera apabila mengetahui ada api,” tambahnya.
Merespons instruksi dari pemerintah pusat, jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menyatakan kesiapan penuh.
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menegaskan bahwa kepolisian akan mengedepankan tindakan preventif dan preemtif di lapangan.
“Polda Kalbar telah mensiagakan sejumlah personel di titik-titik rawan (hotspot). Fokus utama kami adalah edukasi kepada masyarakat mulai di tingkat desa melalui Bhabinkamtibmas dan penguatan patroli bersama TNI, serta stakeholder terkait,” pungkas Bambang.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memaksimalkan operasi pencegahan karhutla di Kalbar, pemerintah pusat menyerahkan bantuan secara simbolis berupa perlengkapan penanggulangan karhutla senilai Rp3,9 miliar.
Baca Juga: Aparat Gabungan Perkuat Pencegahan Karhutla di Kubu Raya Jelang Kemarau Panjang
Bantuan tersebut didistribusikan langsung kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, perwakilan TNI, dan Polri guna menunjang efektivitas operasi pemadaman di lapangan.
Rangkaian kegiatan apel ini kemudian ditutup dengan agenda peninjauan stan kesiapan operasional tim satuan tugas gabungan.
(*Red)
















