“Hampir semua pemimpin dunia merisaukan kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga,” ungkap Presiden.
Menyikapi risiko tersebut, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 18 Proyek Hilirisasi Prioritas 2026 Senilai Rp618 Triliun
Indonesia dipastikan tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun dan akan terus memprioritaskan hubungan persahabatan dengan seluruh bangsa sebagai bentuk Kewaspadaan Nasional terhadap polarisasi dunia.
“Filosofi luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” tegasnya.
(*Red)
















