Ini Alasan NASA Kembalikan Status Planet Pada Pluto

Ilustrasi - Petinggi NASA ngotot mendukung Pluto kembali menjadi planet utama di tata surya kita. Temukan alasan dan bukti ilmiah terbarunya di sini. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Petinggi NASA ngotot mendukung Pluto kembali menjadi planet utama di tata surya kita. Temukan alasan dan bukti ilmiah terbarunya di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pencinta astronomi seluruh dunia baru saja mendapat kabar menggembirakan mengenai nasib benda langit paling ujung di tata surya kita. Petinggi badan antariksa NASA secara mengejutkan menyuarakan dukungan penuh untuk mengembalikan status Pluto sebagai sebuah planet utuh. Pernyataan berani ini langsung memicu kembali perdebatan panas di kalangan ilmuwan sains internasional.

Sikap NASA ini seolah menantang keputusan International Astronomical Union atau IAU yang terbit pada tahun 2006 silam. Kala itu, IAU secara sepihak mencabut gelar planet milik Pluto dan menurunkannya menjadi sekadar dwarf planet atau planet kerdil.

Keputusan tersebut memaksa buku-buku pelajaran sains seluruh dunia mengubah kurikulum dan menghapus Pluto dari daftar sembilan planet utama tata surya.

Baca Juga: Fenomena Langka, Parade Enam Planet Hiasi Langit Malam

Menggugat Aturan Orbit yang Terlalu Kaku

Pimpinan NASA menilai bahwa definisi planet rumusan IAU sudah terlalu usang dan sangat membatasi penemuan baru. Berdasarkan aturan IAU, sebuah benda langit harus mampu membersihkan lingkungan orbitnya dari puing-puing angkasa atau melakukan clearing the neighborhood.

Pluto memang gagal memenuhi syarat ini karena orbitnya bersinggungan langsung dengan kawasan Sabuk Kuiper yang menampung ribuan batuan es purba.

Namun, para ilmuwan NASA menyoroti fakta yang jauh lebih menakjubkan dari sekadar aturan orbit tersebut. Wahana antariksa New Horizons sukses melintasi Pluto beberapa tahun lalu dan membuktikan bahwa benda langit ini menyimpan aktivitas geologi yang luar biasa kompleks.

Wahana tersebut merekam keberadaan atmosfer berlapis, pegunungan es raksasa, gletser organik, hingga lima buah satelit alami yang setia mengelilingi sang planet.