Faktakalbar.id, INTERNASIONAL – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) resmi mengubah arah kebijakan militernya secara drastis pada awal tahun 2026. Melalui dokumen Strategi Pertahanan Nasional (National Defense Strategy) terbaru, Amerika Serikat memutuskan untuk tidak lagi menempatkan China sebagai prioritas keamanan utama.
Langkah ini mengakhiri fokus konfrontasi yang selama ini mewarnai hubungan kedua negara adidaya tersebut dalam satu dekade terakhir.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil langkah ini karena menilai strategi lama justru merugikan kepentingan rakyat Amerika. Dokumen setebal 34 halaman itu menjelaskan bahwa Washington kini mengalihkan kekuatan militernya untuk menjaga keamanan dalam negeri dan kawasan Belahan Barat.
Baca Juga: Badai Salju Hantam Amerika, Listrik dan Penerbangan Lumpuh
Pentagon menilai ancaman nyata justru datang dari pengabaian terhadap perbatasan dan wilayah sekitar Amerika sendiri.
Fokus Amankan Wilayah Sendiri
Perubahan strategi ini menandai era baru di mana Amerika Serikat lebih mementingkan stabilitas domestik daripada dominasi global. Pentagon menyebutkan bahwa keamanan dalam negeri Amerika Serikat (Homeland Security) dan kawasan Belahan Barat kini menjadi perhatian utama departemen tersebut.
Washington menyadari bahwa mereka telah terlalu lama mengabaikan kepentingan konkret warga negaranya demi mengejar pengaruh di luar negeri.
















