Baca Juga: BNPB Rampungkan Pembangunan Huntara bagi 50 KK di Pidie Jaya
Selain itu, proses transisi ke hunian tetap (huntap) juga berjalan, dengan 648 unit dari 11.736 pengajuan sedang dalam tahap pembangunan.
“Dengan sinergi yang solid, percepatan pemulihan infrastruktur dasar, pemenuhan kebutuhan hunian layak, serta penguatan langkah mitigasi diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap menuju kondisi yang lebih aman, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang,” bunyi laporan resmi BNPB.
Distribusi Logistik Ribuan Ton
Untuk menjamin kebutuhan dasar warga, distribusi logistik dilakukan secara masif melalui jalur darat, laut, dan udara.
Sejak 29 November 2025 hingga 17 Januari 2026, total bantuan yang disalurkan mencapai 1.757,03 ton.
Khusus pada 17 Januari 2026, distribusi logistik di Aceh mencapai 18 ton (gabungan udara dan darat), Sumatra Utara sebanyak 32,59 ton, dan Sumatra Barat sebanyak 2,84 ton.
Dana Tunggu dan Modifikasi Cuaca
Pemerintah juga mengoptimalkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang rumahnya belum rampung.
Hingga pertengahan Januari 2026, bantuan DTH telah disalurkan kepada 2.695 kepala keluarga (KK) dari total 15.346 pengajuan.
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, bencana hidrometeorologi ini juga ditangani melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Baca Juga: BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Akhir Januari
Jutaan kilogram bahan semai (Natrium Klorida dan Kalsium Oksida) telah ditebar di langit Aceh, Sumut, dan Sumbar melalui ribuan sorti penerbangan untuk mengendalikan curah hujan dan mencegah bencana susulan.
BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan terukur.
(Natash)










