Atasi Krisis Air Bersih, Satgas UNHAN RI dan TNI Pasang Teknologi Reverse Osmosis di 21 Titik

Sekelompok kadet mahasiswa UNHAN RI berseragam loreng lengkap dan perwira TNI berfoto bersama dengan tumpukan tas perlengkapan satgas berwarna merah dan hijau di depan lobi gedung kampus. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Sekelompok kadet mahasiswa UNHAN RI berseragam loreng lengkap dan perwira TNI berfoto bersama dengan tumpukan tas perlengkapan satgas berwarna merah dan hijau di depan lobi gedung kampus. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) terus memperkuat komitmen pengabdian masyarakat dengan menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Penjernihan Air guna mengatasi krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Beri Pengarahan 44 Kadet Palestina di Unhan, Minta Semangat Belajar

Bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), UNHAN RI menghadirkan solusi teknis melalui pemasangan sistem penjernihan air berteknologi Reverse Osmosis (RO).

Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran nyata negara dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar pada masa-masa kritis.

Hingga saat ini, Satgas Penjernihan Air UNHAN RI melaporkan telah berhasil memasang instalasi di 21 titik lokasi dari total target 100 titik yang direncanakan.

Seluruh unit yang telah terpasang dinyatakan layak pakai dan kini sudah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, fasilitas pelayanan kesehatan, serta satuan-satuan TNI di lokasi sasaran.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Komitmen Perdamaian di HUT ke-71 Pasukan Bela Diri Jepang

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas keilmuan dengan menerjunkan 24 kadet mahasiswa UNHAN RI sebagai personel inti.

Para kadet tersebut berasal dari Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan (Prodi Teknik Sipil, Elektro, Mesin, Informatika, dan Rekayasa Sumber Daya Air) serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Pertahanan (Prodi Fisika dan Kimia).

Para kadet bekerja di bawah pendampingan tiga dosen, yakni Diyan Parwatiningtyas, Ricky Harianja, dan Pungky Dharma Saputra.

Seluruh rangkaian operasi kemanusiaan ini berada di bawah komando Komandan Satgas (Dansatgas), Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah.

(ra)