Produsen Terpaksa Naikkan Harga
Dampak kelangkaan ini memaksa produsen gadget mengambil langkah tidak populer. IDC memperingatkan bahwa vendor HP kemungkinan besar akan menaikkan harga jual atau memangkas spesifikasi perangkat untuk menutupi biaya produksi yang membengkak.
Kondisi serupa terjadi di pasar laptop. Vendor telah memberi sinyal kenaikan harga akibat mahalnya komponen DRAM dan SSD. Dalam skenario pesimistis, IDC memperkirakan harga jual rata-rata PC dapat melonjak hingga 6-8 persen.
Ironi Laptop AI
Kenaikan harga ini menciptakan ironi bagi tren “PC AI” yang sedang naik daun. Laptop berbasis AI membutuhkan kapasitas RAM yang besar (minimal 16GB hingga 32GB) agar dapat bekerja optimal. Namun, justru komponen itulah yang kini paling sulit didapat dan berharga mahal.
Baca Juga: Cara Lapor Polisi Nakal ke Propam Lewat HP
Bagi masyarakat yang ingin membeli perangkat elektronik, tahun 2026 menuntut perencanaan anggaran yang lebih matang sebelum harga benar-benar meroket.
(*Sari)










