Megaproyek Jembatan Melaka-Indonesia: Panjang 47 KM, Jarak Tempuh Cuma 40 Menit!

Peta satelit memperlihatkan jalur Selat Malaka yang memisahkan wilayah Melaka, Malaysia, dengan pesisir Riau, Indonesia. Pemerintah Melaka berencana membangun jembatan sepanjang 47,7 km untuk menghubungkan kedua negara. (Dok. Ist)
Peta satelit memperlihatkan jalur Selat Malaka yang memisahkan wilayah Melaka, Malaysia, dengan pesisir Riau, Indonesia. Pemerintah Melaka berencana membangun jembatan sepanjang 47,7 km untuk menghubungkan kedua negara. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, MELAKA – Pemerintah negara bagian Melaka, Malaysia, mengumumkan rencana ambisius untuk membangun konektivitas fisik langsung dengan Indonesia.

Sebuah jembatan sepanjang 47,7 kilometer dicanangkan akan membentang menyeberangi Selat Malaka, menghubungkan Negeri Jiran dengan Tanah Air.

Baca Juga: “Raja Api” Kembali Berlayar: Mengenal KRI Raja Haji Fisabilillah 391, Penjaga Baru Kedaulatan NKRI

Jika megaproyek ini terealisasi, perjalanan lintas negara yang biasanya memakan waktu lama menggunakan feri atau pesawat, diprediksi dapat ditempuh dengan waktu yang sangat singkat.

“Pemerintah negara bagian Melaka… berencana membangun jembatan yang menghubungkan Negeri Jiran dan Indonesia, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit,” tulis rencana tersebut.

Kajian Dimulai 2026

Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh, menjelaskan bahwa keseriusan proyek ini akan dimulai dengan tahap kajian mendalam pada awal tahun depan.

Rutenya direncanakan membentang dari kawasan Pengkalan Balak di Masjid Tanah, Melaka, menuju titik pendaratan di Indonesia.

Baca Juga: Teganya FIFA, Malaysia Disanksi Kalah WO Tiga Kali

“Kajian mengenai pembangunan jembatan akan dimulai pada Januari 2026… dari Pengakalan Balak di Masjid Tanah menuju Indonesia,” ujar Ab Rauf.

Dampak Ekonomi

Ab Rauf menegaskan bahwa studi kelayakan untuk proyek skala besar ini akan disempurnakan terlebih dahulu sebelum diajukan ke tingkat pusat melalui Dewan Perencanaan Fisik Nasional (National Physical Planning Council/MPFN) untuk dievaluasi.

Ia optimistis, keberadaan infrastruktur raksasa ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru bagi wilayahnya dan juga Indonesia.

“Kami percaya jika rencana ini terealisasi, jembatan ini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Melaka,” pungkasnya.

(ra)