Kisah Empat Anak Muda Pelapis Menembus Batas: Menjadi Sarjana Pertama di Keluarga hingga Peneliti Laut

Keempat mahasiswa asal Desa Pelapis penerima beasiswa PT Dharma Inti Bersama. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Mahasiswa Biologi, Universitas OSO asal Pelapis, Claudia.
Mahasiswa Biologi, Universitas OSO asal Pelapis, Claudia. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Bagi Claudia Renanda yang menganbil jurusan Biologi di Universitas OSO, ketertarikan pada ilmu yang mempelajari mahluk hidup ini muncul seiring ketertarikannya terhadap potensi dan tantangan wilayah pesisir. Ia bercita-cita menjadi peneliti laut dan ingin berkontribusi dalam upaya penyediaan air berkualitas bagi warga Desa Pelapis.

“Setelah kuliah, pengen jadi peneliti laut di Desa Pelapis karena pengen orang-orang yang tinggal di sana lebih sejahtera,” kata Claudia.

Tira, mahasiswa Akuntansi, Universitas Tanjungpura asal Desa Pelapis.
Tira, mahasiswa Akuntansi, Universitas Tanjungpura asal Desa Pelapis. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Senada dengan Claudia, Tira yang mengambil jurusan Akuntansi di Universitas Tanjungpura (Untan) juga ingin memberikan kontribusi badi daerah asalnya. Ia berharap bisa berkarier di instansi pemerintah, khususnya di bidang bea cukai, atau di perusahaan multinasional. Ia akan menjadi sarjana pertama di keluarganya.

“Pengen bawa perubahan di keluarga yang jadi sarjana di keluarga,” ucap Tira.

Florencia, mahasiswa Manajemen Internasional, Universitas Tanjungpura, Florencia.
Florencia, mahasiswa Manajemen Internasional, Universitas Tanjungpura, Florencia. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Florencia Oktoria Ramadhani menilai pendidikan sebagai jendela untuk melihat dunia yang lebih luas. Ia bercita-cita melanjutkan studi S2 dan membawa keluarganya merasakan pengalaman jalan-jalan ke luar negeri.

“Setelah lulus pengen S2 keluar negeri untuk dapat exposure dan pandangan yang lebih luas. Pokoknya gimanapun caranya harus bisa keluar negeri,” ujarnya.

Di masa depan, Florencia juga ingin membangun usaha sendiri sebagai bentuk kemandirian dan peningkatan taraf hidup bagi keluarganya.

Gilang, mahasiswa Teknik Mesin, Politeknik Negeri Pontianak asal Desa Pelapis.
Gilang, mahasiswa Teknik Mesin, Politeknik Negeri Pontianak asal Desa Pelapis. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Sejalan dengan yang lainnya, Gilang Ramadan yang menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Pontianak berharap setelah lulus ia dapat menjadi engineer yang sukses agar bisa membahagiakan orang tua dan suatu hari dapat memberangkatkan mereka menunaikan ibadah haji.

“Cita-cita dari kecil pengen jadi engineer, pengen sukses biar bisa banggain orang tua dan bawa orang tua naik haji,” tuturnya.

Meski memiliki mimpi yang berbeda, keempatnya dipersatukan oleh motivasi yang sama, yaitu membanggakan orang tua, membuka peluang kehidupan yang lebih baik, serta membawa perubahan positif bagi Kayong Utara, khususnya Desa Pelapis.

Mahasiswa asal Desa Pelapis bersama Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari dan manajemen PT DIB pada acara penyerahan beasiswa di Pontianak, September lalu.
Mahasiswa asal Desa Pelapis bersama Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari dan manajemen PT DIB pada acara penyerahan beasiswa di Pontianak, September lalu. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Program beasiswa dari PT DIB ini merupakan upaya untuk mendukung komitmen pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan, termasuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat, terutama di Kayong Utara.

Sinergi antara sektor swasta dan pemerintah diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan membuka semakin banyak kesempatan bagi putra-putri Desa Pelapis untuk berkembang, membawa perubahan dan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Baca Juga: PT DIB Gandeng IPB, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Nelayan Pelapis Lewat Budidaya Ikan

(*Red)