Tak Hanya Ucapkan Selamat, Intip 5 Tradisi Unik Perayaan Hari Ibu di Berbagai Belahan Dunia

Ilustrasi Hari Ibu di Meksiko. (Dok. Unsplash)
Ilustrasi Hari Ibu di Meksiko. (Dok. Unsplash)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Indonesia memperingati momen spesial nasional tepat pada hari ini, Selasa (22/12/2025).

Masyarakat tanah air serentak merayakan Hari Ibu sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan peran vital perempuan dalam membesarkan anak serta membangun keluarga.

Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Hari Ibu 2025 yang Menyentuh Hati: Ungkapan Terima Kasih untuk Ibu Tercinta

Jika di Indonesia momen ini identik dengan ucapan selamat dan pemberian kado, sejumlah negara di dunia memiliki cara yang berbeda dan unik dalam memaknai Perayaan Hari Ibu.

Tradisi ini bervariasi mulai dari festival kuliner hingga ziarah ke makam leluhur.

Berikut adalah rangkuman tradisi unik hari ibu di lima negara yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Meksiko: Serenade Mariachi di Pagi Hari

Di Meksiko, Hari Ibu atau Dia de Las Madres diperingati setiap tanggal 10 Mei dan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Antusiasme warga bahkan sudah terlihat sejak satu pekan sebelum hari H.

Sekolah dasar biasanya menggelar festival yang menampilkan tarian dan drama untuk menghibur para ibu.

Puncak perayaan terjadi pada pagi hari. Keluarga di Meksiko memiliki tradisi unik menyewa grup musik Mariachi untuk membangunkan ibu mereka dengan nyanyian.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama menyantap menu tradisional seperti mole, pozole, dan enchiladas.

2. Thailand: Penghormatan untuk Ratu Sirikit

Berbeda dengan negara lain, Thailand merayakan hari ibu setiap tanggal 12 Agustus, bertepatan dengan hari ulang tahun Ratu Sirikit.

Menjelang tanggal tersebut, gedung-gedung di seluruh negeri akan dihiasi wajah Sang Ratu, bendera warna-warni, dan lampu hias.

Pada Hari Ibu, anak-anak memberikan bunga melati putih kepada ibu mereka. Ini merupakan tanda bahwa warga Thailand menghargai peran ibu, dan merefleksikan betapa bersyukurnya mereka terhadap ibu.

3. Etiopia: Pesta Rakyat Antrosht

Masyarakat Etiopia merayakan momen ini melalui Festival Antrosht yang berlangsung selama tiga hari. Perayaan ini biasanya digelar pada akhir musim hujan atau awal musim gugur.

Seluruh anggota keluarga berkumpul untuk menyantap hidangan besar berupa olahan sayuran, keju, dan daging. Uniknya, bahan-bahan masakan ini dikumpulkan secara gotong royong oleh anak-anak.

Anak perempuan bertugas mencari sayur dan keju, sementara anak laki-laki mengumpulkan daging. Acara kemudian ditutup dengan nyanyian lagu tradisional dan tarian.

4. Peru: Tradisi Ziarah Kubur

Di Peru, Perayaan Hari Ibu jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei. Momen yang dikenal sebagai Feliz Dia Mama ini diisi dengan kegiatan makan bersama keluarga besar.

Setelah itu, agenda wajib yang dilakukan adalah berziarah ke pemakaman.

Keluarga akan memberikan penghormatan kepada ibu, bibi, atau nenek yang telah meninggal dunia. Tradisi ini juga identik dengan pemberian bunga mawar.

Mawar merah diberikan untuk ibu yang masih hidup, sedangkan mawar putih untuk mengenang ibu yang telah tiada.

Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Hari Ibu 2025 yang Menyentuh Hati: Ungkapan Terima Kasih untuk Ibu Tercinta

5. Perancis: Medali Penghargaan Keluarga

Sejarah hari ibu di Perancis bermula pada tahun 1920. Kala itu, pemerintah memberikan medali kepada ibu dari keluarga besar sebagai ucapan terima kasih karena telah membantu membangun kembali populasi pasca-Perang Dunia I.

Saat ini, pemerintah menetapkan hari Minggu terakhir bulan Mei sebagai Hari Ibu. Tradisi yang umum dilakukan adalah pemberian kue berbentuk bunga dari anggota keluarga kepada sang ibu sebagai simbol kasih sayang.

(*Red)