Perkara ini berfokus pada sembilan lagu Jerman terkenal yang digunakan ChatGPT untuk melatih model bahasanya, di antaranya “Männer” karya Herbert Grönemeyer yang dirilis pada 1984 dan “Atemlos Durch die Nacht” milik Helene Fischer yang populer saat Piala Dunia 2014.
Dalam pembelaannya, OpenAI menyatakan bahwa model AI-nya tidak menyimpan atau menyalin lagu tertentu, melainkan mempelajari pola dari data pelatihan secara keseluruhan.
Baca Juga: ChatGPT Terhubung ke Aplikasi Pihak Ketiga dengan Apps SDK: Coba Spotify, Canva, dan Lainnya
Perusahaan juga berpendapat bahwa tanggung jawab hukum seharusnya ditanggung pengguna karena ChatGPT menghasilkan jawaban berdasarkan perintah mereka.
Namun, pengadilan menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa tanggung jawab utama tetap berada pada pengembang AI.
Menanggapi keputusan pengadilan, OpenAI menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum berikutnya, termasuk mengajukan banding.
“Putusan ini hanya mencakup sebagian kecil lirik dan tidak berdampak pada jutaan pengguna, bisnis, dan pengembang di Jerman yang menggunakan teknologi kami setiap hari,” kata OpenAI.
Perusahaan itu menambahkan bahwa pihaknya menghormati hak para pencipta dan pemilik konten serta terus menjalin komunikasi dengan berbagai organisasi di seluruh dunia untuk memastikan teknologi AI dapat memberikan manfaat secara adil.
Kepala penasihat hukum GEMA, Kai Welp, menyambut baik keputusan itu dan mengatakan lembaganya berharap dapat bernegosiasi dengan OpenAI terkait mekanisme kompensasi bagi para pemegang hak cipta.
Sementara itu, Direktur Utama GEMA Tobias Holzmüller menyatakan bahwa keputusan ini menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap karya manusia di era digital.
Putusan bahwa ChatGPT langgar hak cipta ini menjadi preseden penting.
“Internet bukanlah toko swalayan, dan hasil karya manusia bukanlah templat gratis. Hari ini, kami telah menetapkan sebuah contoh yang melindungi dan memperjelas hak para pencipta: bahkan pengelola alat kecerdasan buatan seperti ChatGPT pun wajib mematuhi hukum hak cipta,” ujarnya.
(*Red)
















