Padahal, dr. Farisa menegaskan bahwa proses detoksifikasi tidak terjadi lewat kulit.
“Yang bertugas menetralkan racun dalam tubuh itu hati dan ginjal, bukan kulit,” tegasnya.
Kulit justru berfungsi sebagai pelindung dari zat berbahaya dari luar.
Meski tidak menghilangkan jerawat, air putih tetap memiliki peran penting dalam kesehatan kulit.
Baca Juga: Kenali Penyebab Jerawat dan Cara Mengatasi Jerawat Secara Tepat
Inilah Peran Air Putih untuk Kulit yang sesungguhnya: menjaga skin barrier. Ketika asupan air tercukupi, lapisan epidermis kulit mendapatkan cukup kelembapan sehingga:
- Kulit terasa lebih lembut.
- Tidak mudah kering atau bersisik.
- Risiko iritasi berkurang.
- Fungsi perlindungan kulit lebih optimal.
“Air membantu menjaga kelembapan kulit dari dalam, sehingga skin barrier tetap bagus. Tapi itu tidak memperbaiki komedo, tidak mengurangi sebum, dan tidak membunuh bakteri penyebab jerawat,” jelas dr. Farisa.
Dampak Kulit Jika Dehidrasi
Dehidrasi tidak menyebabkan jerawat, tetapi dapat membuat jerawat terlihat lebih parah dan kondisi kulit memburuk:
- Kulit tampak kusam, kering, dan iritasi.
- Garis halus dan tekstur tidak merata.
- Skin barrier melemah sehingga lebih mudah meradang.
Kulit yang kering juga bisa memicu tubuh memproduksi lebih banyak minyak, yang pada akhirnya menyumbat pori-pori dan memperburuk jerawat.
Baca Juga: Rahasia Kulit Sehat Tanpa Mandi Sering-Sering: Mitos atau Fakta?
Perawatan Jerawat Butuh Skincare yang Tepat
Air putih saja tidak cukup untuk mengatasi jerawat. Perawatan yang diperlukan umumnya meliputi:
- Obat jerawat (topikal atau oral) sesuai resep dokter.
- Moisturizer yang aman untuk kulit berjerawat.
- Pembersih wajah yang lembut.
- Sunscreen rutin setiap pagi.
Air putih hanya mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan, bukan menggantikan perawatan medis.
Jika ada keluhan jerawat, sebaiknya segera datang ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.
(*Drw)
















