Bupati Mempawah Temui Massa Aksi, Janji Cari Solusi Konflik Lahan dengan PT AHAL

Bupati Mempawah, Erlina, menemui langsung ratusan massa dari Desa Bumbun dan Desa Amawang yang berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Mempawah.
Bupati Mempawah, Erlina, menemui langsung ratusan massa dari Desa Bumbun dan Desa Amawang yang berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Mempawah. (Dok. Ist)

Dalam dialognya, Erlina menjamin akan mencari solusi konflik lahan antara masyarakat dan PT AHAL yang terbaik.

“Ibu akan berusaha untuk mencari solusi yang baik antara masyarakat ibu sendiri dengan PT AHAL. Percayakan kepada ibu, kalau kalian tidak percaya kepada ibu bagaimana ibu memperjuangkan apa yang kalian inginkan,” ujar Erlina di hadapan massa.

Ia menambahkan, akan langsung berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait tuntutan masyarakat.

Erlina juga berjanji akan mengajak perwakilan koordinator massa untuk ikut serta dalam pertemuan tersebut.

“Ibu akan berbicara langsung nanti dengan PT AHAL terkait dengan apa yang kalian inginkan. Bilamana di dalam penyampaian ibu kepada PT AHAL masih ada yang kurang dapat diterima oleh masyarakat, ibu akan minta penjelasan kepada satu koordinator untuk dapat mendampingi ibu langsung ngomong ke PT AHAL,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Erlina juga mengingatkan massa untuk tetap menjaga kondusivitas selama menyampaikan aspirasi.

Baca Juga: Lahan Disegel, Ratusan Petani Sawit Melawi Geruduk Kantor Bupati

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat akan terus diperjuangkan selama tidak melanggar hukum.

“Bapak ibu sekalian, masyarakat ibu yang ibu cintai tolong jaga Kabupaten Mempawah kondusif. Demo boleh, aspirasi boleh sampaikan tetapi ibu juga berusaha untuk memperjuangkan keinginan masyarakat semuanya,” pesannya.

Sebagai penutup, Erlina kembali menegaskan komitmennya untuk membela masyarakat.

“Yang penting jangan sampai ibu melanggar aturan hukum. Sepanjang itu membela masyarakat dan tidak melanggar hukum, ibu yang akan menjadi garda terdepan untuk masyarakat Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.

Aksi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan solusi konflik lahan antara masyarakat dan PT AHAL secara damai.

Baca Juga: Konflik Agraria Memanas, Petani Kalbar Desak Pemerintah Atasi Perampasan Lahan

(*Red)