Rakor Konservasi Bahari di Kendawangan, Bahas Perlindungan Dugong dan Usaha Desa

“Manfaat ekonomi bisa dirasakan tanpa harus mengorbankan ekosistem,” katanya.

Dalam sesi klinik usaha, peserta membahas potensi wisata lamun–dugong, homestay, tur mangrove, hingga layanan riset dan CSR. Mereka juga merumuskan langkah awal 90 hari, mulai dari pemetaan potensi, kebutuhan dukungan, hingga rencana aksi desa.

Baca Juga: Sekda Ketapang Ikuti Rapat Koordinasi Mendagri, Bahas Perkembangan Situasi Nasional dan Pengendalian Inflasi

Yayasan WeBe Konservasi Ketapang dijadwalkan melanjutkan pendampingan ke empat desa pesisir pada 22 September hingga 4 Oktober 2025.

Agenda tersebut mencakup pengusulan zona aman lamun, penetapan model usaha prioritas, serta pembentukan tim koordinasi desa.

(GG)