BPBD setempat mencatat 12 unit rumah di dua kecamatan terdampak dan satu orang mengalami luka ringan.
Tim gabungan telah membersihkan pohon tumbang dan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Menyikapi rentetan kejadian ini, BNPB memberikan beberapa imbauan dan penjelasan mengenai langkah antisipasi yang telah dan akan dilakukan.
Dalam upaya mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah yang telah memasuki musim kemarau.
Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pembakaran, termasuk membakar sampah di lahan terbuka atau membuang puntung rokok di area yang kering dan mudah terbakar.
Baca Juga: BNPB Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tangani Karhutla di Riau
Enam wilayah prioritas yang rawan karhutla juga menjadi perhatian utama.
Pemerintah daerah setempat diharapkan memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman guna mempercepat respons jika terjadi kebakaran.
Untuk memperkuat pengendalian di lapangan, BNPB menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat.
Selain itu, helikopter dikerahkan untuk patroli udara dan water bombing di wilayah Riau guna mempercepat penanganan titik api.
Di sisi lain, terkait potensi bencana karhutla dan cuaca ekstrem, masyarakat dan pemerintah daerah perlu tetap waspada terhadap potensi angin kencang, puting beliung, dan hujan lebat disertai petir.
Warga disarankan menjauhi area berisiko seperti bawah pohon besar, tiang listrik, atau papan reklame.
Pemerintah daerah juga dapat memangkas dahan pohon rimbun di kawasan permukiman dan fasilitas umum untuk meminimalkan risiko bahaya.
Baca Juga: BNPB Catat Gempa, Banjir, dan Karhutla 16 Juli 2025
(*Red)
















