Faktakalbar.id, SAMBAS – Ratusan telur penyu hasil sitaan dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dipindahkan ke kawasan konservasi Wahana Bahari Paloh, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Proses pemindahan dilakukan dengan prosedur konservasi yang ketat untuk menjaga peluang keberhasilan penetasan.
Baca Juga: KKP Gagalkan Penyelundupan Telur Penyu di Sambas
Ketua Kelompok Konservasi Wahana Bahari Paloh, Zulpian, menjelaskan bahwa seluruh tahapan penanganan dilakukan secara hati-hati, termasuk pemindahan ke sarang semi-alami.
Salah satu prosedur wajib yang diterapkan adalah penggunaan sarung tangan karet saat memindahkan telur.
“Kontak langsung dengan kulit bisa berisiko membawa kuman yang mengganggu kualitas telur. Karena itu kami wajibkan penggunaan sarung tangan,” ujarnya, Selasa (24/06/2025).
Selain itu, telur-telur yang mengalami kerusakan atau retak disortir dan dipisahkan agar tidak memengaruhi telur lain yang masih utuh.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi yang bisa menghambat proses penetasan.
Zulpian menambahkan bahwa tingkat keberhasilan penetasan baru dapat dilihat dalam waktu 40 hingga 60 hari ke depan.
Selama periode tersebut, tim konservasi akan terus melakukan pemantauan intensif.
“Dalam kurun waktu dua bulan, kita akan melihat berapa persen yang berhasil menetas. Kita tetap optimistis,” ucapnya.
Penanganan telur penyu ini merupakan hasil kolaborasi antara PSDKP Pontianak, Karantina Aruk, dan kelompok masyarakat lokal yang aktif dalam pelestarian penyu di wilayah pesisir Paloh.
Baca Juga: Kakek di Sambas Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun
“Ini adalah kerja bersama. Kami di Wahana Bahari siap mengawal proses ini dengan sebaik-baiknya hingga anak-anak penyu menetas dan siap dilepaskan ke laut,” pungkas Zulpian.
DNS
















