Faktakalbar.id, PONTIANAK – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah, menegaskan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sebagai pelayan publik yang profesional dan berintegritas.
“PPPK memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Mereka adalah elemen strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan. Seorang PPPK harus setia, profesional, dan menjadi perekat kesatuan bangsa,” ujar Amirullah saat membuka Orientasi PPPK Pemkot Pontianak Tahun 2025, Selasa (10/6/2025).
Amirullah menekankan bahwa PPPK harus menjunjung tinggi nilai profesionalisme, kompetensi, kualifikasi, integritas, etika, serta kemampuan berinovasi dan beradaptasi.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Beri Pembekalan untuk 180 CPNS dan PPPK Satpol PP serta Dishub
Menurutnya, semua prinsip itu akan membentuk ASN yang mampu bersaing dan berkontribusi positif dalam pembangunan.
“Prinsip-prinsip ini dapat membentuk ASN yang berdaya saing tinggi dan mampu memberikan kontribusi positif dalam pembangunan,” katanya menegaskan.
Ia juga mengingatkan bahwa PPPK adalah individu pilihan hasil seleksi ketat.
Karenanya, perilaku dan tanggung jawab sosial mereka telah diatur secara jelas dan wajib ditaati.
Amirullah menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi di era digitalisasi.
“Di era globalisasi dan digitalisasi, kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi sangat krusial. Peserta orientasi wajib mengikuti seluruh materi dan memanfaatkannya sebaik mungkin,” tambahnya.
Sekda juga menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan Kota Pontianak dengan adanya dukungan ASN yang berdedikasi, terutama dari kalangan PPPK.
“Tugas dan tanggung jawab PPPK sangat mulia, yakni melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Mari bersama membangun Pontianak yang lebih baik, adil, dan sejahtera,” imbuh Amirullah.
Baca Juga: RSUD SSMA Pontianak Berikan Pembekalan bagi 87 CPNS dan PPPK Baru
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Aparatur BKPSDM Kota Pontianak, Margaretha, menyebutkan bahwa orientasi ini diikuti oleh 589 PPPK hasil seleksi tahun 2024.
“Terdiri atas 447 tenaga teknis, 90 guru, dan 52 tenaga kesehatan,” jelasnya.
Orientasi berlangsung selama 20 hari dengan rincian: 1 hari pembukaan, 15 hari pembelajaran melalui platform Massive Open Online Course (MOOC), dan sisanya pembelajaran mandiri.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang ASN, membekali PPPK dengan sikap profesional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengayomi masyarakat.
“Keselarasan visi dan misi perlu diwujudkan demi tata kelola pemerintahan yang baik,” tutup Margaretha.(ra/kominfo/prokopim)
















