Update Longsor Cirebon: Operasi Pencarian Dihentikan, 4 Korban Belum Ditemukan

Tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan evaluasi operasi pencarian korban longsor tambang galian C Gunung Kuda, Kamis (5/6). Sumber Foto: BPBD Provinsi Jawa Barat
Tim SAR gabungan melaksanakan briefing dan evaluasi operasi pencarian korban longsor tambang galian C Gunung Kuda, Kamis (5/6). Sumber Foto: BPBD Provinsi Jawa Barat

Faktakalbar.id, NASIONAL – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban tanah longsor di tambang Galian C, Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, resmi dihentikan pada Kamis (5/6) pukul 16.30 WIB.

Keputusan penghentian operasi ini diambil setelah tim gabungan melakukan asesmen lanjutan dan rapat koordinasi dengan berbagai pihak.

Hasil pemantauan terbaru menunjukkan kondisi tanah di lokasi sangat tidak stabil dan membahayakan tim penyelamat.

Baca Juga: Update Longsor Cirebon: Total 21 Korban Meninggal, 4 Korban Masih Dicari

“Pada pagi hari pukul 06.30 WIB, tim dari PVMBG, engineer PT. Indocement, serta unsur teknis lainnya melakukan penilaian dengan UAV Thermal dan pemetaan risiko. Ditemukan penurunan tanah sejauh 20 cm di atas Worksite B. Ini menunjukkan situasi sangat berisiko,” jelas pihak SAR dalam keterangan resmi.

Berdasarkan paparan teknis dan pertimbangan keselamatan, semua pihak sepakat bahwa pencarian tidak dapat dilanjutkan.

Rapat ini melibatkan Bupati Cirebon, Forkopimda, Basarnas, Inspektur Tambang Kementerian ESDM, PT. Indocement, dan perwakilan keluarga korban.

Pada pukul 16.30 WIB, SAR Mission Coordinator (SMC) secara resmi menyatakan penghentian operasi. Seluruh unsur SAR dikembalikan ke satuan masing-masing.

Hingga Kamis sore, total korban jiwa akibat longsor yang terjadi pada Jumat (30/5) tercatat 31 orang.

Enam orang selamat, 21 ditemukan meninggal dunia, dan empat korban masih belum berhasil dievakuasi.

Operasi penanganan melibatkan 773 personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, TNI/Polri, BPBD, Dinkes, Tagana, SAR swasta, komunitas dan relawan lokal. Peralatan berat dan pendukung juga dikerahkan, antara lain lima ekskavator, dua wheel loader, Rescue Truck, Drone Thermal, Total Station, hingga sembilan ambulans. Tiga ekor anjing pelacak (K-9) dari Polda Jawa Barat juga membantu pencarian.

Inspektur Tambang ESDM mencatat, pada Selasa (4/6) terjadi penurunan bidang gelincir sejauh empat meter di atas lokasi kerja.

Baca Juga: Longsor di Tambang Gunung Kuda Cirebon Telan 10 Korban Jiwa

Sementara pada Rabu (5/6), penurunan kembali terjadi sejauh 2,5 meter. Kondisi tersebut menunjukkan area longsor sangat labil, sehingga wilayah dengan radius 350 meter dari titik longsor diisolasi demi keselamatan tim.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area longsor Gunung Kuda, mengingat kondisi tanah masih sangat rawan.

Warga yang tinggal di daerah lereng dan perbukitan diingatkan untuk selalu waspada, terutama saat hujan deras atau terjadi gempa.

“Jika hujan berlangsung lebih dari satu jam, segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Ikuti hanya informasi resmi dan terverifikasi,” imbau BNPB.