“Metode puasa intermittent ini tampak lebih praktis dan tidak terlalu melelahkan ketimbang Anda harus menghitung asupan kalori harian secara ketat, sehingga cara ini sangat cocok menjadi alternatif bagi orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan,” sebut koordinator studi Jonatan Ruiz.
Meskipun menunjukkan hasil positif, komunitas medis menilai penerapan metode ini tetap membutuhkan observasi yang lebih komprehensif.
“Para ilmuwan masih memerlukan studi lanjutan untuk memastikan efektivitas metode ini secara lebih mendalam, terutama terkait konsistensi jadwal, jumlah asupan kalori, serta dampaknya terhadap metabolisme tubuh,” tegas peneliti dari University of Cambridge Metabolic Research Laboratories Maria Chondronikola.
(*Red)





















