Padukan Ritual Adat dan Pesta Rakyat Ini Rangkaian Gawe Dayak Naik Dango Singkawang

Rangkaian perhelatan kebudayaan tahunan masyarakat adat Dayak akan diselenggarakan di Kota Singkawang. (Dok. Ist)
Rangkaian perhelatan kebudayaan tahunan masyarakat adat Dayak akan diselenggarakan di Kota Singkawang. (Dok. Ist)

Baca Juga: Gawai Dayak Naik Dango Singkawang XXV Resmi Dibuka, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Dayak

Panggung utama pada malam harinya akan dimeriahkan secara langsung oleh acara Parade Lagu Dayak dan berbagai penampilan hiburan menarik lainnya.

Memasuki hari ketiga pada Jumat, 29 Mei 2026, panitia memfokuskan kegiatan pada aksi sosial melalui agenda Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis bagi warga.

Panitia juga akan memulai lomba tradisional Terompah di bidang ketangkasan yang disusul dengan gelaran Parade Apa’ Uwe’ Gawe pada malam harinya.

Agenda edukatif berupa Seminar Budaya akan mengisi jadwal kegiatan perhelatan pada hari keempat yakni Sabtu, 30 Mei 2026, di waktu pagi.

Perlombaan Sumpitan yang selama ini menjadi ikon utama ketangkasan masyarakat adat Dayak akan digelar secara meriah pada siang hari.

“Malam harinya kami menyuguhkan Parade Tari Dayak dan penampilan khusus dari pemenang Sape’ Competition, serta sentuhan modern dari DJ Bongel untuk menarik minat generasi muda,” jelas Andreas.

Seluruh rangkaian kegiatan perayaan ini akan ditutup secara resmi pada hari Minggu, 31 Mei 2026, melalui perlombaan tradisional Pangkak Gasing dan mantes atau ketapel.

Seremoni penutupan resmi perhelatan Gawe Dayak Naik Dango Singkawang akan dilaksanakan pada malam hari sekaligus dimeriahkan oleh hiburan dari Wiwid Ballabih dan Borneo Imagination.

Kawasan Rumah Adat Dayak juga akan diramaikan dengan pameran produk usaha mikro kecil menengah dan kerajinan lokal selama lima hari pelaksanaan acara.

Pameran berbagai produk unggulan daerah tersebut merupakan bagian dari upaya nyata dalam memberdayakan roda ekonomi masyarakat sekitar lokasi acara.

Andreas menyebutkan bahwa seluruh rangkaian acara ini merupakan manifestasi langsung dari dukungan Pemerintah Kota Singkawang dalam menjaga nilai kearifan lokal.

Fasilitasi infrastruktur yang memadai dan kemudahan perizinan kegiatan dari pemerintah menjadi kunci suksesnya tahap persiapan acara budaya berskala besar ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengunjung, baik domestik maupun mancanegara, dapat merasakan spirit Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata melalui setiap jengkal kegiatan yang kami laksanakan,” ujarnya.

(*Red)