Tekno  

Harga RAM DDR5 Mulai Turun di China dan AS: Sinyal Krisis Memori Global Mereda?

Tren Penurunan Harga RAM 2026
Ilustrasi RAM. (Dok. Luan Gjokaj/Unsplash)
  • China: Harga modul DDR5 SO-DIMM 16 GB untuk laptop anjlok sekitar 34 persen dari 1.759 yuan menjadi 1.159 yuan (sekitar Rp 2,8 juta).
    FModul DDR4 juga tercatat turun hingga 25 persen.

  • Amerika Serikat: Kit RAM DDR5 32 GB dari produsen seperti Corsair dilaporkan mengalami penurunan harga hingga 20 persen.

  • Jerman & Eropa: Harga RAM DDR5 di Jerman tercatat melandai sekitar 7 persen pada bulan Maret lalu.

Mengapa Harga RAM Mulai Turun?

Baca Juga: Kabar Gembira Perakit PC: Harga RAM DDR4 dan DDR5 Mulai Turun di April 2026, Ini Penyebabnya

Ada dua faktor krusial yang mendorong pergerakan harga ini:

  1. Pelepasan Stok Distributor: Para distributor di China mulai melepas stok yang mereka timbun karena melemahnya daya beli konsumen kelas PC rumahan yang tidak sanggup menyerap harga tinggi.

  2. Inovasi “TurboQuant” Google: Pengumuman teknologi kompresi memori dari Google yang mampu memangkas penggunaan cache hingga enam kali lipat memicu kekhawatiran para penimbun RAM akan anjloknya permintaan dari pusat data di masa depan.

Proyeksi: Tetap Waspada di Pasar Kontrak

Meskipun harga di pasar spot (retail) melandai, harga laptop atau PC rakitan besar mungkin tidak langsung turun. Berdasarkan laporan TrendForce, harga di pasar kontrak jangka panjang justru diprediksi masih akan naik. DRAM konvensional diperkirakan melonjak 58-63 persen, sementara NAND Flash (SSD) bisa naik 70-75 persen pada kuartal kedua 2026.

Bagi pengguna individu, momentum penurunan di pasar ritel saat ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mengamankan komponen sebelum harga kembali fluktuatif.

(*Drw)