Otak Lelah? Kenali Bedanya Overthinking dan Berpikir Kritis

Ilustrasi - Sering memikirkan masalah berulang kali tanpa solusi? Hati-hati, itu overthinking! Simak perbedaan mendasarnya dengan berpikir kritis di sini. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Sering memikirkan masalah berulang kali tanpa solusi? Hati-hati, itu overthinking! Simak perbedaan mendasarnya dengan berpikir kritis di sini. (Dok. Ist)

Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Overthinking

Berbeda jauh dengan pemikiran kritis yang bersifat konstruktif, overthinking justru tergolong sebagai sebuah gangguan berpikir yang sangat merugikan.

Orang yang mengalami kondisi ini menganalisa suatu topik secara berlebihan dan sangat tidak efektif sehingga mereka kesulitan memusatkan fokus pada hal lain.

Sebuah penelitian dalam jurnal ScienceDirect bahkan membuktikan bahwa pikiran berlebihan ini memiliki kaitan erat dengan berbagai gangguan kesehatan mental.

Penderita sering kali merasakan kecemasan ekstrem, kelelahan mental, depresi, hingga trauma psikologis parah atau Post Traumatic Stress Disorder.

Kenali Ciri Utama dan Cara Menghentikan Gangguan Pikiran

Anda wajib mengenali gejala gangguan ini sejak dini agar tidak masuk ke dalam lingkaran setan yang memicu stres berlebihan.

Baca Juga: Kemampuan Berpikir Mendalam Gen Z Tergerus Akibat AI

Ciri-ciri penderita overthinking mencakup ketidakmampuan bersantai, perasaan kehilangan kendali, hingga kebiasaan memutar ulang memori buruk dan menebak-nebak skenario terburuk secara terus-menerus.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus berani menantang pikiran negatif yang mencoba menguasai kesadaran Anda setiap harinya.

Anda juga perlu mempraktikkan keterampilan interpersonal, melatih penerimaan diri, serta segera menemui tenaga profesional atau terapis jika kecemasan tersebut semakin tidak terkendali.

(*Sr)