Drama Sengit Pentagon Melawan Perusahaan Raksasa AI
Kesepakatan dengan Google ini terjadi di tengah upaya gencar Pentagon untuk menegosiasikan kontrak baru dengan empat raksasa teknologi Amerika.
Pentagon ingin memasukkan klausul sapu jagat yang mengizinkan segala penggunaan yang sah atas sistem AI tersebut, namun langkah ini memicu kontroversi panas.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menuntut jaminan kuat agar model AI mereka tidak disalahgunakan, yang berujung pada pelabelan perusahaannya sebagai risiko keamanan nasional oleh pihak pemerintah.
Eskalasi konflik memuncak ketika Presiden Donald Trump turun tangan melarang seluruh lembaga federal menggunakan produk Anthropic hingga memicu gugatan hukum di pengadilan.
Kekhawatiran Publik Terhadap Praktik Pengawasan Domestik
Di sisi lain, OpenAI juga menyepakati kontrak serupa setelah melakukan revisi bahasa kesepakatan akibat adanya gelombang protes dari publik.
Baca Juga: Susul Versi Windows, Aplikasi Gemini untuk Mac Resmi Tersedia bagi Pengguna macOS 15
CEO OpenAI, Sam Altman, mengubah klausul kontrak agar layanan mereka tidak digunakan secara sengaja untuk pengawasan terhadap warga negara Amerika Serikat.
Namun, para ahli seperti Brian McGrail memperingatkan bahwa badan intelijen sering kali mengambil interpretasi yang sangat bebas terhadap ketentuan kontrak mengenai pengawasan.
Karena isi kontrak kerja sama ini bersifat tertutup dan rahasia, publik akan menemui kesulitan besar untuk menilai seberapa kuat penegakan larangan pengawasan domestik tersebut di lapangan.
(*Sr)
















