Naik Dango ke-3 Dimulai, Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bersama Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memukul gong sebagai tanda dibukanya perayaan Naik Dango ke-3 Tahun 2026 di Rumah Radakng. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, bersama Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, memukul gong sebagai tanda dibukanya perayaan Naik Dango ke-3 Tahun 2026 di Rumah Radakng. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Adat istiadat bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung nilai luhur yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh penghormatan. Kita hidup dalam perbedaan suku, ras, dan agama. Namun justru dari situ kita membangun persatuan. Kegiatan seperti Naik Dango menjadi ruang yang memperkuat kebersamaan itu,” tegas Krisantus.

Baca Juga: Naik Dango 2026, Simbol Pelestarian Budaya dan Wisata Kota Pontianak

Krisantus juga mengapresiasi pencapaian Naik Dango yang kini telah resmi masuk dalam kalender event wisata Kota Pontianak tahun 2026, membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang kuat di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Naik Dango ke-3, Vandrektus Derek, menjelaskan bahwa ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur dan alam semesta.

Semakin istimewa, perayaan tahun ini turut dihadiri oleh tamu kehormatan dari negeri jiran, Malaysia.

Delegasi dari Sarawak tersebut dipimpin oleh Ketua Sekjen Budaya Majelis Adat Istiadat Sarawak sekaligus Presiden Persatuan Dayak Bidayuh Sarawak, Charlie Ugang.

“Kehadiran delegasi dari Sarawak memperkuat hubungan kultural masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan yang melintasi batas negara,” papar Vandrektus.

Rangkaian kegiatan Naik Dango ini akan berlangsung selama sembilan hari, mulai tanggal 17 hingga 25 April 2026.

Berbagai agenda telah disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari Ngampar Bide, misa syukur, ritual adat, seminar budaya, pentas seni, hingga pameran produk UMKM dan kuliner daerah.

(FR)