Antisipasi Lonjakan Pengiriman, Barantin Berlakukan Biosekuriti Ketat untuk Hewan Kurban

Barantin resmi memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban jelang perayaan Idul Adha 2026 guna mencegah penyebaran wabah penyakit dan jaga pangan.
Barantin resmi memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban jelang perayaan Idul Adha 2026 guna mencegah penyebaran wabah penyakit dan jaga pangan. (Dok. Badan Karantina Indonesia)

“Hewan yang tidak melalui tindakan karantina berisiko menularkan penyakit dan merugikan peternak lain. Mari bersama menjaga Indonesia dari ancaman hama penyakit hewan karantina dengan tertib lapor karantina,” ucapnya.

Berdasarkan data dari sistem sertifikasi karantina Best Trust, arus lalu lintas hewan kurban tercatat mulai mengalami lonjakan. Terhitung hingga 16 April 2026, pergerakan ternak kurban telah menyentuh angka 218.208 ekor, mencatatkan tren kenaikan yang signifikan setiap bulannya dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Cegah Virus Nipah, Karantina Kalbar Tahan Daging Kelelawar Ilegal di PLBN Aruk

Direktur Tindakan Karantina Hewan Barantin, Cicik Sri Sukarsih, menjelaskan bahwa peningkatan arus distribusi ternak tersebut telah diantisipasi dengan pengetatan prosedur biosekuriti di pintu masuk dan keluar.

“Kami mencatat lalu lintas periode Januari–Maret yang didominasi dari Lampung, NTB, Bali, dan NTT ke Pulau Jawa dan Kalimantan naik hingga 13,75 persen dibanding tahun lalu. Semua kami periksa melalui sistem Best Trust agar proses sertifikasi tetap cepat tanpa mengabaikan aspek keamanan hayati,” ujar Cicik.

Prosedur pengawasan lalu lintas hewan mensyaratkan adanya sertifikat kesehatan karantina dari daerah asal, kelolosan uji laboratorium fisik, serta pemenuhan batas usia minimal hewan, yakni dua tahun untuk sapi dan kerbau, serta satu tahun untuk kambing dan domba. Barantin memastikan, setiap pelanggaran pengiriman tanpa dokumen karantina akan langsung ditindak tegas sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, dengan sanksi berupa penolakan masuk hingga karantina tambahan.

(*Red)