Baca Juga: Update Data Bencana BNPB Awal April: Karhutla Ogan Ilir hingga Longsor Deli Serdang
Selain bencana hidrometeorologi basah, laporan bencana BNPB April 2026 juga memberikan perhatian khusus pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kebakaran terpantau terjadi di sembilan kabupaten dan dua kota dengan total luas lahan yang hangus mencapai 3.457,73 hektare. Pemerintah telah menetapkan status siaga darurat hingga 30 November 2026, dan BNPB terus melakukan pendampingan melalui operasi modifikasi cuaca guna menekan titik api.
BNPB menegaskan bahwa potensi bencana hidrometeorologi basah masih sangat tinggi di sejumlah wilayah Indonesia akibat kondisi cuaca yang dinamis. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan langkah mitigasi berjalan optimal.
Masyarakat yang berada di daerah rawan bencana diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi. Langkah evakuasi mandiri harus segera dilakukan apabila terjadi peningkatan potensi bahaya guna meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
(*Red)
















