“Langkah itu bertujuan membiasakan generasi muda menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik dan olahraga sejak dini,” ungkap Edi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, menambahkan bahwa POPDA 2026 merupakan bagian dari evaluasi pembinaan olahraga pelajar sekaligus ajang seleksi menuju POPDA tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026.
Ajang ini akan bergulir hingga 25 April 2026.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya mempertandingkan 12 hingga 15 cabang olahraga, tahun ini jumlahnya dikurangi menjadi empat cabang.
“Pada tahun 2026 ini karena adanya efisiensi anggaran, maka hanya ada empat cabang olahraga yang dipertandingkan, yaitu sepak bola putra-putri, bola voli putra-putri, sepak takraw, dan basket,” jelasnya.
Keempat cabang olahraga tersebut akan digelar di empat venue berbeda, yakni Stadion PSP Keboen Sajoek untuk sepak bola, Lapangan Perbasi untuk basket, Lapangan IAIN untuk bola voli, dan Gedung Olahraga Tabrani Ahmad untuk cabang sepak takraw.
Tercatat sebanyak 29 SMA sederajat ikut ambil bagian dalam POPDA tahun ini dengan total peserta mencapai 1.071 pelajar.
Meski dilaksanakan dengan keterbatasan cabang yang dipertandingkan, pihaknya berharap ajang ini tetap mampu melahirkan bibit-bibit unggul di bidang olahraga.
“Kami optimis melalui POPDA ini mampu mencetak atlet-atlet pelajar yang akan mengharumkan nama Kota Pontianak hingga Provinsi Kalbar di tingkat nasional,” tutupnya.
(FR)
















