Baca Juga: Laporan Bencana BNPB: Karhutla Parigi Moutong hingga Banjir Demak Masih Dalam Penanganan
Insiden karhutla di Parigi Moutong ini langsung mendapat penanganan dari pihak berwenang. Berdasarkan data awal yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa pemicu awal munculnya titik api. Pihak kepolisian dan instansi terkait masih melakukan tahapan proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti insiden kebakaran tersebut.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran lahan ini. Namun, total kerugian material dan tingkat kerusakan lingkungan masih dalam tahap pendataan secara menyeluruh. Untuk mempercepat penanganan kedaruratan, BPBD telah menjalin koordinasi intensif dengan unsur pemerintah kecamatan, aparat desa, serta kelompok relawan masyarakat setempat.
Penanganan karhutla di Parigi Moutong ini dilakukan secara terpadu demi mengendalikan laju penyebaran api sebelum menjangkau permukiman warga. Meski demikian, kondisi geografis di lapangan menjadi kendala utama bagi tim pemadam gabungan. Hingga Minggu pagi, sejumlah titik api di kawasan tersebut dilaporkan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas.
Hal ini disebabkan oleh minimnya akses jalan yang layak menuju lokasi kebakaran. Kendaraan operasional pemadam kebakaran dan roda empat milik petugas tidak dapat menjangkau titik pusat api secara langsung. Akibatnya, tim gabungan terpaksa harus berjalan kaki dengan memanggul peralatan pemadaman seadanya untuk mencapai lokasi lahan yang terbakar.
Baca Juga: Karhutla di Mempawah Kembali Terjadi, Asap Tebal Tutup Jalan Raya Sungai Pinyuh
Upaya pemadaman dan pendinginan sisa-sisa titik api terus dilakukan secara bertahap. Petugas di lapangan tetap berupaya maksimal dengan mempertimbangkan kondisi medan yang terjal serta sangat mengutamakan keselamatan para personel pemadam. Otoritas setempat juga terus memantau arah angin yang berpotensi memperluas area pengerusakan lahan gambut dan semak belukar.
Mengingat cuaca panas dan minimnya intensitas hujan yang kerap memicu kebakaran, pemerintah daerah secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan perkebunan baru dengan cara dibakar. Partisipasi aktif dan kesadaran hukum warga sangat dibutuhkan guna mencegah meluasnya kerusakan ekosistem lingkungan, serta melindungi kawasan permukiman dari ancaman karhutla di Parigi Moutong.
(*Red)
















