Kekeruhan ini merupakan imbas dari pergerakan sedimen di dalam jalur pipa saat menerima pasokan dan tekanan air dari instalasi yang baru diaktifkan.
Merespons potensi gangguan layanan tersebut, tim teknis Perumdam menyatakan akan terus melakukan pemantauan di lapangan.
Evaluasi dan penyesuaian sistem distribusi akan terus dilakukan hingga operasional jaringan mencapai titik optimal.
Meski demikian, warga di kawasan Pontianak Barat diimbau untuk mengambil langkah antisipatif secara mandiri.
Mengingat waktu pasti berakhirnya masa uji coba belum dirinci secara spesifik, menampung pasokan air bersih saat kondisi air sedang jernih menjadi langkah yang perlu dilakukan warga guna menghindari krisis air untuk kebutuhan konsumsi harian.
Baca Juga: Target Operasi 2026, Perumda Tirta Khatulistiwa Tinjau Progres Pembangunan IPA Beton Nipah Kuning
(Mira)
















