Kenapa Anda Bukannya Semangat Justru Mengantuk Sehabis Sarapan?

"Pernah merasa lemas dan berat mata usai makan pagi? Simak penjelasan medis kenapa Anda justru mengantuk setelah sarapan dan tips memilih menu agar tetap produktif."
Pernah merasa lemas dan berat mata usai makan pagi? Simak penjelasan medis kenapa Anda justru mengantuk setelah sarapan dan tips memilih menu agar tetap produktif. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda mengalami situasi ini? Anda bangun tidur dengan semangat, lalu menyantap sepiring nasi uduk atau bubur ayam dengan harapan mendapatkan energi maksimal untuk memulai hari.

Namun, selang satu jam kemudian, bukannya bertenaga, mata Anda justru terasa berat, konsentrasi buyar, dan keinginan untuk kembali tidur tak terbendung.

Fenomena ini sering disebut sebagai food coma atau dalam istilah medis dikenal dengan post-prandial somnolence. Ironisnya, waktu makan yang seharusnya menjadi sumber “bahan bakar” justru berubah menjadi “obat tidur”.

Mengapa hal ini bisa terjadi?

Baca Juga: Bukan Kenyang Malah Ngantuk: 5 “Dosa Besar” Saat Sarapan yang Sering Diabaikan

Berikut adalah penjelasan ilmiah di balik rasa kantuk setelah sarapan dan bagaimana cara menghindarinya agar produktivitas Anda tetap terjaga.

1. Jebakan Karbohidrat dan Lonjakan Gula Darah

Penyebab utama rasa kantuk di pagi hari sering kali bersembunyi di balik menu piring Anda.

Menu sarapan populer di Indonesia umumnya didominasi oleh karbohidrat olahan (nasi putih, mie, bubur, roti putih) dan gula (teh manis, kopi susu).

Saat Anda mengonsumsi karbohidrat tinggi, tubuh memecahnya menjadi glukosa yang masuk ke aliran darah.

Kadar gula darah yang melonjak drastis ini mengirim sinyal ke pankreas untuk memproduksi insulin dalam jumlah besar.

Insulin bertugas mengangkut glukosa dari darah ke dalam sel untuk energi.

Namun, lonjakan insulin yang terlalu tinggi sering kali menyebabkan kadar gula darah turun drastis tak lama kemudian (sugar crash). Penurunan energi secara tiba-tiba inilah yang membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk.

2. Produksi Hormon Serotonin dan Melatonin

Makanan tertentu memengaruhi produksi zat kimia di otak.

Karbohidrat membantu penyerapan asam amino triptofan (tryptophan) ke dalam otak.

Di otak, triptofan diubah menjadi serotonin (hormon yang mengatur suasana hati dan relaksasi) dan kemudian dikonversi menjadi melatonin (hormon tidur).