Waspada Risiko Saham BUMI, Investor Pemula Jangan Asal Beli

Ilustrasi - Investor pemula diminta waspada risiko saham BUMI. Jangan terjebak spekulasi saat investor asing sedang gencar menjual saham. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Investor pemula diminta waspada risiko saham BUMI. Jangan terjebak spekulasi saat investor asing sedang gencar menjual saham. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pergerakan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang sangat aktif belakangan ini menarik perhatian banyak pihak. Namun, di balik ramainya transaksi, tersimpan risiko besar bagi investor perorangan yang hanya bermodal nekat tanpa analisis mendalam.

Para pengamat pasar modal mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam rasa takut ketinggalan tren atau FOMO.

Masuk ke pasar saham saat terjadi aksi jual besar-besaran oleh investor asing seperti saat ini memiliki risiko kerugian yang tinggi.

Baca Juga: Investor China Jual Saham BUMI, Kenapa Lokal Malah Borong?

Bahaya Membeli Saat Harga Jatuh

Membeli saham yang harganya sedang turun tajam dengan harapan akan segera naik kembali adalah tindakan yang sangat berisiko.

Dalam kasus BUMI, tekanan jual dari investor besar asal China, Chengdong Investment Corp, masih sangat kuat.

Selama pemegang saham besar masih terus menjual saham dalam jumlah banyak, harga saham memiliki kecenderungan untuk terus tertekan.

Investor pemula yang terburu-buru membeli tanpa strategi yang jelas berisiko mengalami kerugian besar.

Uang investor kecil justru bisa menjadi sasaran penjualan bagi investor besar yang ingin mencairkan keuntungan atau keluar dari saham tersebut.