Faktakalbar.id, SANGGAU – Perayaan Puncak 100 Tahun Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau berjalan lanjar.
Kegiatan ibadah berskala besar yang dihadiri sekitar 1.000 umat Katolik ini berlangsung aman dan kondusif pada Sabtu (10/1/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Baca Juga: Ibadah Natal di PPU Shalom Kayan Hilir Berjalan Tertib dengan Penjagaan Polisi
Pengamanan ketat namun humanis diterapkan untuk menjamin kelancaran ibadah dan ketertiban umum.
Personel kepolisian ditempatkan secara strategis di area gereja, jalur lalu lintas, hingga titik-titik konsentrasi massa guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan maupun potensi gangguan keamanan.
Pendekatan Humanis
Sebelum kegiatan dimulai, personel gabungan dari Polres Sanggau dan Polsek Kapuas melaksanakan apel kesiapan yang dipimpin oleh Ipda Novi Iswandi selaku Perwira Pengendali (Padal).
Dalam arahannya, petugas diminta untuk mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Kami mengedepankan pengamanan yang ramah dan humanis, namun tetap tegas sesuai prosedur. Tujuan utama kami adalah memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi umat,” ujar Ipda Novi Iswandi di lokasi kegiatan.
Dihadiri Tokoh Penting dan Uskup
Acara ini mengusung tema “100 Tahun Perziarahan: Hidup, Berkembang dan Berkarya Tak Berkesudahan”.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh para Uskup dan dihadiri imam, biarawan, serta biarawati dari berbagai wilayah, termasuk tamu dari Malaysia.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam momen bersejarah ini, antara lain Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, Bupati Sekadau Aron, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sanggau.
Baca Juga: Khidmat dan Tertib, Ibadah Perayaan Natal di Gereja PPU Shalom Kayan Hilir Berjalan Aman
Rekayasa Lalu Lintas
Mengingat tingginya antusiasme umat yang datang, Polres Sanggau juga menerapkan rekayasa arus lalu lintas secara situasional.
Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan. Sinergi juga dibangun bersama Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan pengamanan internal gereja.
“Kami juga melakukan pengawasan pada jalur-jalur masuk dan keluar lokasi serta berkoordinasi dengan petugas parkir dan pengamanan internal gereja agar arus jamaah dan kendaraan tetap lancar,” tambah Ipda Novi.
Usai misa, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Megatend Youth Center. Hingga seluruh rangkaian Perayaan Puncak 100 Tahun ini berakhir, situasi dilaporkan tetap terkendali.
Kehadiran Polri dalam kegiatan ini menegaskan komitmen pelayanan dan pengabdian dalam menjamin kebebasan beribadah masyarakat.
(*Red)
















