“Kami ingin Proliga 2026 ini memberikan dampak nyata. Tidak hanya sukses sebagai penyelenggara, tapi juga sukses mengangkat martabat UMKM lokal agar lebih dikenal di level nasional,” ujar Pipit saat berdialog dengan para pedagang di lokasi.
Beragam produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan khas Dayak dan Melayu hingga kuliner olahan lokal, tampak diserbu pengunjung, termasuk wisatawan dari luar daerah.
Terkait pengaturan di lapangan, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono menambahkan, pola pengamanan yang diterapkan memang didesain untuk mendukung kenyamanan aktivitas ekonomi.
Akses menuju area UMKM ditata sedemikian rupa agar penonton dapat berbelanja dengan nyaman tanpa terganggu alur masuk-keluar stadion.
“Pengamanan tidak kaku. Kami pastikan akses menuju area UMKM tertata rapi sehingga penonton nyaman berbelanja di sela-sela pertandingan,” kata Bambang.
Momentum keramaian seperti ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas, seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap gelaran olahraga di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Tak Sekadar Voli, Proliga 2026 di Pontianak Jadi Pesta Hiburan dan Kuliner UMKM
(Mira)
















