- Pemicunya: Maag fisik dipicu oleh jadwal makan yang berantakan, sedangkan maag stres dipicu oleh beban pikiran, deadline pekerjaan, atau rasa cemas.
- Waktu Kambuh: Maag fisik biasanya kambuh saat perut kosong. Sebaliknya, maag stres bisa kambuh kapan saja saat emosi sedang tidak stabil.
- Sensasi Rasa: Maag fisik identik dengan rasa perih dan melilit. Sementara maag stres lebih dominan rasa begah, sesak, dan mual.
Solusi Penanganan
Jika Anda mengalami maag karena telat makan, kuncinya adalah kedisiplinan.
Terapkan pola makan small frequent feeding (makan sedikit tapi sering) dan hindari makanan pedas atau asam saat perut kosong.
Namun, jika Anda curiga mengalami maag karena stres, obat warung saja tidak cukup.
Anda perlu mengelola stres dengan teknik pernapasan dalam (deep breathing), memastikan tidur cukup, dan rutin berolahraga untuk menetralkan hormon stres.
Jangan buru-buru menuduh sambal atau kopi sebagai biang kerok sakit perut Anda.
Cobalah duduk sejenak dan tanya pada diri sendiri: “Apakah hari ini saya telat makan, atau saya sedang banyak pikiran?” Mengetahui penyebabnya adalah separuh dari kesembuhan.
Baca Juga: Ini Informasi Penting Aturan Minum Obat Maag
(Mira)
















