“Calon penumpang yang berpakaian seperti kru pesawat Batik Air tersebut memproses keberangkatan seperti halnya penumpang pesawat, yakni melalui jalur pemeriksaan keamanan penumpang (Security Check Point/SCP). Pada titik SCP tersebut personel Aviation Security melakukan pemeriksaan keamanan mencakup pemeriksaan boarding pass yang dikeluarkan maskapai penerbangan untuk naik pesawat, serta pemeriksaan orang dan barang bawaan,” papar Syaugi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di titik keamanan (SCP), tidak ditemukan indikasi mencurigakan yang dapat membatalkan penerbangannya. Dokumen perjalanan yang dimiliki KN dinyatakan valid.
“Dari pemeriksaan yang dilakukan kemudian diketahui yang bersangkutan memiliki boarding pass yang sah dan tidak membawa barang yang dilarang naik ke pesawat,” tambahnya.
Saat ini, kasus tersebut telah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Pengelola bandara memastikan koordinasi terus berjalan dengan maskapai untuk menjaga standar operasional.
“Kejadian ini telah diinvestigasi dan ditangani secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan operasional, dengan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak airline secara langsung,” pungkas Syaugi.
Sebelumnya, aksi KN sempat menghebohkan media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info. Dalam narasi yang beredar, ia disebut sempat mengaku sebagai awak kabin.
Namun, pihak bandara memastikan bahwa secara prosedur keamanan penerbangan, KN diperlakukan dan diperiksa layaknya penumpang umum yang sah.
(*Red)
















