“Langkah ini dinilai berani karena fregat ini mengadopsi 64 sel peluncur, setara dengan daya gempur kapal penjelajah atau fregat berat kelas dunia,” tulis laporan spesifikasi teknis kapal tersebut.
Keunggulan Teknologi MIDLAS
MIDLAS (Milli Dikey Atım Lançer Sistemi) merupakan sistem VLS pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh Turki.
Sistem ini dirancang dengan konsep modular dan tahan korosi, serta mendukung mekanisme peluncuran panas (hot launch).
Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas isian munisi.
Sistem ini mampu meluncurkan berbagai varian rudal canggih buatan Turki, mulai dari rudal pertahanan udara HISAR-D RF dan SIPER Block 1, rudal anti-kapal ATMACA, hingga rudal anti-kapal selam di masa depan.
Desain Stabil dan Bebas Embargo
Secara teknis, penempatan 64 sel MIDLAS akan difokuskan di bagian tengah kapal (midship).
Posisi ini dipilih untuk memberikan stabilitas optimal saat kapal bermanuver atau menghadapi gelombang tinggi di lautan lepas.
Selain aspek teknis, pemilihan teknologi Turki juga membawa keuntungan strategis non-teknis.
Kerja sama ini menegaskan kemandirian industri pertahanan Indonesia karena terbebas dari batasan politik ketat yang sering kali melekat pada pembelian alutsista dari negara-negara Barat lainnya.
(Ra)
















