“Dan mereka sering melakukannya dengan risiko pribadi yang besar dan di bawah kondisi yang sangat keras, meninggalkan keluarga mereka ribuan ratusan mil jauhnya dari tanah air mereka. Lebih dari 4.400 penjaga perdamaian telah kehilangan nyawa mereka saat bertugas di bawah bendera PBB,” ungkap laporan tersebut.
Lebih dari Sekadar Angkat Senjata
Kontribusi pasukan Indonesia dan negara lainnya tidak hanya terbatas pada patroli militer.
PBB menggarisbawahi peran vital mereka dalam misi kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan warga sipil, seperti memberikan layanan medis gratis hingga pembangunan infrastruktur.
“Penjaga perdamaian sering melakukan upaya kemanusiaan seperti memberikan perawatan medis dan hewan gratis, menyediakan akses air; mendukung sekolah dan panti asuhan; membangun jalan dan jembatan serta infrastruktur utama lainnya,” jelas PBB.
PBB menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki tentara sendiri dan sepenuhnya bergantung pada kontribusi negara anggota seperti Indonesia.
Oleh karena itu, PBB memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan dan keberanian personel Indonesia yang menjadi bagian dari 65.000 penjaga perdamaian aktif saat ini.
(Ra)
















