Tips Aman Belanja Online dari Bareskrim Polri: Cara Ampuh Hindari Penipuan dan Phising E-commerce

Tips Aman Belanja Online: Hindari Penipuan E-commerce
Ilustrasi Belanja Online. (Dok. Shutter Speed/Unsplash)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Belanja online kini sudah menjadi kebiasaan banyak orang seiring perkembangan teknologi yang pesat. Namun, di tengah kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi seperti Tokopedia, Shopee, hingga Bukalapak, perasaan was-was akan penipuan tetap muncul. Berdasarkan data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), pengaduan terkait e-commerce konsisten masuk dalam tiga besar laporan selama lima tahun terakhir.

Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Siber mengungkap sejumlah Tips Aman Belanja Online agar masyarakat tidak menjadi korban. Masalah yang sering dilaporkan meliputi barang yang tidak sesuai, kendala refund, pembatalan sepihak, hingga barang yang tidak sampai ke alamat tujuan.

Lantas, bagaimana caranya agar tetap terlindungi? Berikut adalah langkah-langkah krusial untuk menjaga keamanan transaksi Anda.

Baca Juga: Tips Belanja Digital Aman: Jamin Keamanan Transaksi Online dengan 5 Langkah Penting Ini

1. Cek Keaslian Pengirim Informasi

Pelaku kejahatan sering kali menyamar sebagai pihak e-commerce.

Untuk membedakannya, perhatikan saluran komunikasi yang mereka gunakan.

Pesan resmi biasanya dikirim melalui akun WhatsApp yang memiliki centang hijau (verified) atau akun media sosial yang telah terverifikasi.

Pihak kepolisian menekankan beberapa hal penting dalam Cara Menghindari Penipuan Online:

  • Gunakan Aplikasi Resmi: Hindari melakukan transaksi jual-beli di luar sistem aplikasi e-commerce.

  • Jangan Bayar Langsung: Jangan pernah mentransfer uang langsung ke rekening penjual tanpa melalui sistem pembayaran resmi aplikasi.

  • Tolak Checkout Eksternal: Waspada terhadap siapa pun yang meminta Anda melakukan transaksi di luar platform aplikasi dengan alasan apa pun.

2. Manfaatkan Layanan Customer Service

Jika Anda menemukan aktivitas mencurigakan, segera hubungi pusat bantuan resmi.

Customer Service bertugas memberikan informasi valid dan membantu menyelesaikan masalah yang Anda hadapi.

Gunakan fitur live chat atau layanan telepon resmi yang tertera di dalam aplikasi.

Selain itu, sangat penting untuk menjaga data pribadi Anda.

Jangan pernah membuka tautan (link) situs yang mencurigakan atau memberikan kode verifikasi (OTP) kepada siapa pun.

Memberikan OTP adalah celah utama bagi pelaku untuk melakukan phising atau mengambil alih akun Anda.

Baca Juga: Marak Kejahatan Siber, Polres Kubu Raya Bagikan Tips Ampuh Hindari Penipuan Online

3. Kenali Modus Penipuan Terbaru

Modus penipuan digital terus berkembang setiap harinya. Mengetahui Tips Aman Belanja Online berarti Anda harus selalu memperbarui pengetahuan tentang ciri-ciri pelaku kejahatan, di antaranya:

  • Tata Bahasa Buruk: Pesan sering menggunakan ejaan yang berantakan namun mendesak Anda memberikan informasi sensitif.

  • Iming-iming Hadiah: Pengumuman kemenangan undian dengan nominal besar yang mengharuskan Anda membayar biaya administrasi terlebih dahulu.

  • Situs Tiruan: Pelaku memberikan alamat situs yang terlihat mirip dengan aplikasi ternama dan memaksa Anda masuk (login) melalui tautan tersebut.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat menikmati kemudahan belanja daring tanpa rasa khawatir.

Selalu ingat bahwa keamanan data pribadi adalah tanggung jawab utama pengguna di ruang digital.

(*Drw)