Isu Sabotase Menguat, Thailand Buru ‘Tentara Bayaran’ Rusia yang Diduga Disewa Kamboja

Personel kepolisian dan unit taktis Thailand melakukan koordinasi di lapangan menyusul adanya laporan intelijen terkait potensi ancaman sabotase di Distrik Muang, Jumat (19/12/2025). (Dok. Ist)
Personel kepolisian dan unit taktis Thailand melakukan koordinasi di lapangan menyusul adanya laporan intelijen terkait potensi ancaman sabotase di Distrik Muang, Jumat (19/12/2025). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, THAILAND – Ketegangan keamanan meningkat di wilayah timur laut Thailand.

Pihak kepolisian setempat mengeluarkan instruksi mendesak untuk memantau secara ketat keberadaan warga negara Rusia di seluruh Distrik Muang.

Baca Juga: Armor Kayu dan Jaring M-113 Thailand Sukses Tahan Gempuran Roket PF-89 Kamboja

Langkah ini diambil menyusul adanya laporan intelijen mengenai potensi sabotase terhadap situs militer vital.

Instruksi tersebut dikeluarkan langsung oleh Kepala Kepolisian Provinsi, Pol Maj Gen Narongsak Phromtha, pada Senin lalu, merespons laporan yang masuk pada Minggu malam (19/12/2025).

Kekhawatiran utama aparat keamanan adalah dugaan adanya warga asing yang bertindak sebagai “tentara bayaran” untuk kepentingan pihak ketiga.

Incar Pangkalan Udara Wing 1

Dalam laporannya, pihak kepolisian menyebutkan adanya indikasi spesifik bahwa warga negara Rusia tersebut diduga disewa oleh pihak Kamboja.

Baca Juga: Ribuan Massa di Tokyo Turun ke Jalan, Desak Penghentian Aksi Militer Thailand terhadap Kamboja

Misi mereka disinyalir untuk melancarkan serangan menggunakan drone ke sejumlah lokasi strategis.

“Kepala polisi tersebut menyebutkan bahwa seorang polisi telah menerima laporan bahwa seorang warga negara Rusia telah disewa oleh Kamboja untuk menggunakan drone guna menyerang lokasi-lokasi strategis di provinsi tersebut,” tulis laporan keamanan setempat.

Salah satu target utama yang disebutkan dalam ancaman tersebut adalah Pangkalan Udara Wing 1, serta beberapa area ekonomi utama di provinsi tersebut.

Ancaman sabotase ini memicu peningkatan kewaspadaan di tengah kekhawatiran bahwa konflik regional dapat melibatkan aktor asing sebagai eksekutor lapangan.

Saat ini, seluruh unit kepolisian di Distrik Muang telah disiagakan untuk melakukan penyisiran dan pengawasan intensif guna mencegah potensi serangan udara nirawak tersebut.

(ra)