Dalam kondisi ini, kekerasan berbasis gender online menjadi sarana dominasi, bukan sekadar luapan emosi sesaat.
-
Peran Lingkungan Digital dan Algoritma
Lingkungan digital turut membentuk perilaku pelaku KBGO. Konten provokatif dan penuh kebencian sering kali mendapat perhatian tinggi, yang secara tidak langsung memberi validasi terhadap kekerasan.
Algoritma platform yang mengutamakan interaksi tanpa mempertimbangkan dampak sosial dapat memperluas jangkauan konten bermuatan kekerasan berbasis gender online, sehingga memperkuat keberanian pelaku untuk mengulang tindakannya.
-
Pentingnya Pendekatan Struktural terhadap Pelaku KBGO
Membahas pelaku KBGO bukan untuk membenarkan kekerasan, melainkan untuk memahami akar masalahnya. Pencegahan tidak akan efektif jika hanya menempatkan korban sebagai pihak yang harus beradaptasi.
Pendekatan struktural diperlukan, mulai dari kebijakan platform yang tegas, penegakan hukum yang konsisten, hingga edukasi publik tentang relasi setara dan etika digital.
Tanpa perubahan sistemik, pelaku KBGO akan terus menemukan ruang untuk mengulang kekerasan.
Baca Juga: Peran Platform Digital dalam Mencegah KBGO
Pelaku KBGO terus mengulang kekerasan karena didukung oleh anonimitas, normalisasi budaya, minimnya konsekuensi, serta sistem digital yang belum berpihak pada korban.
Selama faktor-faktor ini tidak dibenahi, kekerasan berbasis gender online akan terus menjadi ancaman di ruang digital.
Memahami pola perilaku pelaku merupakan langkah penting untuk memutus siklus KBGO dan menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi semua.
(*Sari)
















