Faktakalbar.id, TECHNOLOGY – Pasar memori global mengalami tekanan besar sepanjang tahun ini. Berbagai produsen gadget mengeluhkan pasokan Random Access memory (RAM) yang semakin terbatas, sementara harga komponen terus meningkat.
Kondisi ini dipicu oleh sejumlah faktor teknis dan ekonomi yang saling berkaitan. Berikut ini alasan RAM langka berdasarkan perkembangan terbaru industri semikonduktor.
-
Lonjakan Permintaan dari Industri Kecerdasan Buatan
Salah satu alasan RAM langka adalah meningkatnya kebutuhan memori untuk kecerdasan buatan.
Baca Juga: Indonesia Jadi Pasar AI Tercepat: Nano Banana Gemini AI Dipakai 18 Juta Kali Sehari
Model Artificial Intelligence (AI) generatif membutuhkan RAM dan High Bandwith Memory (HBM) berkapasitas besar untuk proses pelatihan. Produsen memprioritaskan pengiriman memori untuk data center AI.
- Peralihan Fokus Produsen Memori
Produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi ke sektor AI karena margin keuntungannya jauh lebih besar dibanding pasar gadget.
Akibatnya, memori untuk perangkat konsumen semakin terbatas.
- Rantai Pasok Global
Pemulihan pasca pandemi yang tidak merata, kenaikan biaya energi, dan hambatan logistik membuat produksi memori tidak dapat mengejar permintaan.
Kondisi ini memperburuk kelangkaan memori di seluruh dunia.
-
Kapasitas Pabrik Chip Tidak Bisa Bertambah Cepat
Fasilitas manufaktur memori membutuhkan waktu pembangunan bertahun-tahun. Meski permintaan meningkat drastis, penambahan kapasitas produksi tidak bisa dilakukan secara cepat.
Baca Juga: RAM Langka, Harga Gadget Jadi Meroket
Secara keseluruhan, alasan RAM langka meliputi kombinasi pertumbuhan pesat industri AI, pergeseran fokus produksi, hingga hambatan rantai pasok global.
Situasi ini menunjukkan kelangkaan memori kemungkinan masih berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
(*Sari)
















