Faktakalbar.id, PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Pemerintah Pusat melalui Pos Pendamping Nasional Provinsi Sumatera Barat terus mempercepat proses instalasi Jembatan Bailey Padang Mantuang.
Pemasangan jembatan darurat ini dilakukan di wilayah Kecamatan 2×11 Kayu Tanam sebagai respon cepat atas terputusnya akses transportasi utama di daerah tersebut.
Baca Juga: Optimalkan Jalur Darat dan Udara, BNPB Salurkan 14,78 Ton Bantuan Logistik ke Aceh
Langkah ini diambil menyusul bencana banjir bandang pada akhir November lalu yang menghancurkan jembatan permanen.
Akibatnya, jalur penghubung antara Korong Padang Mantuang dan Nagari Kayu Tanam lumpuh total. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga, distribusi logistik, hingga akses pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Spesifikasi Jembatan dan Pelibatan TNI
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Padang Pariaman memutuskan penggunaan jembatan Bailey sebagai solusi paling efektif dan cepat.
Jembatan baja rangka pra-fabrikasi ini didatangkan langsung dari Satuan Zeni Tempur 2/Samara Grawira (SG) Kodam II Sriwijaya, Prabumulih.
Secara teknis, jembatan ini memiliki spesifikasi panjang 30 meter dengan lebar 3,9 meter. Konstruksinya dirancang kokoh untuk menahan beban kendaraan ringan maupun truk logistik dengan kapasitas tonase maksimal hingga 20 ton.
Komandan Peleton Batalyon Zeni Tempur 2/SG Prabumulih, Letnan Dua Czi Muhammad Asri Lubis, menjelaskan bahwa pengerjaan ini melibatkan personel gabungan dalam jumlah besar untuk mengejar target penyelesaian.





















