“Proses pemasangan jembatan ini melibatkan dukungan penuh dari unsur Zeni TNI AD yang terdiri dari 25 personil Zeni Tempur 2/SG Prabumulih, 50 personil Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 896/Serumpun Pseko, 5 personil Batalyon Perbekalan dan Angkutan Kodam XX/ Tuanku Imam Bonjol serta anggota dari Kodim 0308 Padang Pariaman,” jelas Muhammad Asri Lubis di lokasi, Kamis (11/12/2025).
Target Rampung Pertengahan Desember
Proses perakitan dan pemasangan Jembatan Bailey Padang Mantuang telah dimulai sejak 10 Desember 2025. Berdasarkan laporan lapangan pada Kamis (11/12/2025), progres pengerjaan telah mencapai 27 persen.
Meskipun di lapangan para personel TNI AD kerap terkendala cuaca buruk dan hujan deras, target penyelesaian tetap dipatok pada tanggal 16 Desember 2025.
“Semua anggota yang terlibat tetap semangat bekerja walau sedang diguyur hujan, Kita akan percepat prosesnya agar jembatan ini dapat segera digunakan oleh masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan 2×11 kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman,” tambah Asri Lubis.
Standar Keamanan Ketat
Tim teknis Zeni TNI AD memastikan seluruh tahapan konstruksi mematuhi standar keselamatan yang ketat.
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan mulai dari penyangga sementara hingga pondasi jembatan untuk menjamin keamanan saat dilalui kendaraan nantinya.
Baca Juga: Hari ke-12 Pencarian, BNPB Terjun Langsung Dampingi Posko Darurat Padang Panjang
Sebagai informasi, pembangunan jembatan ini merupakan satu dari empat prioritas pemulihan infrastruktur di Sumatera Barat pascabencana.
Tiga jembatan lainnya yang juga menjadi atensi adalah Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat, serta Jembatan Supayang dan Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok.
(*Red)





















