Landak  

Hafiz Belum Pulang, Warga Munggu Tabuh Gong dan Sisir Hutan Cari Balita 4 Tahun yang Hilang

Warga Desa Manggu menyisir area kebun di malam hari sambil menabuh gong untuk mencari balita bernama Hafiz yang hilang. (Dok. Ist)
Warga Desa Manggu menyisir area kebun di malam hari sambil menabuh gong untuk mencari balita bernama Hafiz yang hilang. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LANDAK – Suasana malam di Desa Munggu, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, diselimuti kekhawatiran.

Hilangnya seorang balita bernama Hafiz (4) sejak Sabtu sore (30/11/25), memicu warga desa untuk turun tangan melakukan pencarian besar-besaran hingga larut malam.

Baca Juga: Tak Kapok Penjara, Residivis di Ngabang Kembali Diciduk Simpan 14 Paket Sabu di Lemari TV

Berbekal senter dan alat penerangan seadanya, puluhan warga menyisir setiap sudut desa, mulai dari area pemukiman, parit, hingga rimbunnya area perkebunan sawit dan semak belukar.

Dalam proses pencarian tersebut, warga juga menggunakan metode kearifan lokal dengan menabuh gong dan alat bunyi-bunyian lainnya, berharap suara tersebut dapat menuntun atau memancing respons jika sang anak tersesat di sekitar lokasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Hafiz terakhir kali terlihat bermain di sekitar area pemukiman warga pada pukul 15.00 WIB.

Kecemasan keluarga memuncak ketika menyadari sang buah hati tak kunjung pulang hingga sore menjelang malam.

Tantangan pencarian dirasa cukup berat mengingat kondisi fisik Hafiz.

Baca Juga: Simpan Belasan Paket di Lemari, Wanita Terduga Pengedar Sabu di Ngabang Diringkus Polres Landak

Berdasarkan keterangan keluarga yang tertera dalam poster digital, bocah laki-laki tersebut diketahui belum terlalu lancar berbicara. Kondisi ini dikhawatirkan membuatnya kesulitan untuk berteriak meminta tolong jika terjebak di suatu tempat.

“Mohon informasinya jika ada yang melihat atau menemukan,” tulis pesan keluarga yang kini tersebar luas di media sosial.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan yang terdiri dari keluarga, warga setempat, dan aparat terkait masih terus melakukan penyisiran intensif.

Masyarakat luas, khususnya di sekitar Kecamatan Ngabang, diimbau untuk melapor ke nomor kontak keluarga di 081257282188 jika melihat anak dengan ciri-ciri yang disebutkan.

(ra)