“Pencarian tetap dilakukan secara maksimal karena masih dalam masa golden time,” kata dia.
Bencana ini dipicu curah hujan yang deras dan berdurasi panjang. Kondisi itu membuat struktur tanah wilayah perbukitan di Majenang menjadi labil, hingga menimbun permukiman warga di sekitarnya.
“Menurut laporan petugas di lapangan, longsoran tanah ratusan meter itu seketika merusak 12 rumah warga wilayah Dusun Cibaduyut, Cibeunying dan Tarukahan.”
BNPB mengimbau seluruh tim SAR dan masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
Hal ini mengingat hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi merata di Kecamatan Majenang hingga Minggu (16/11).
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan meminta masyarakat untuk menghindari area yang berpotensi longsor. Keselamatan menjadi prioritas utama,” kata Abdul.
(*Red)










