“Masyarakat Indonesia memang memperlihatkan interaksi harian dan juga tingkat kepercayaan yang sangat tinggi terhadap AI dan ini menandakan ada kesiapan pasar yang juga luar biasa,” jelas Veronica.
Dalam pemaparannya, Veronica menyebut bahwa alasan utama masyarakat Indonesia kini banyak menggunakan AI adalah efisiensi. Penggunaan AI Indonesia Tertinggi ini didorong oleh klaim mayoritas pengguna:
-
51 persen pengguna mengeklaim bahwa AI bisa membantu mereka menghemat waktu, terutama untuk aktivitas kompleks seperti research atau benchmarking.
-
35 persen pengguna merasa dengan menggunakan AI bisa mendapatkan rekomendasi yang lebih personal.
-
32 persen menyatakan bisa mendapat keamanan yang lebih baik.
Penggunaan AI pun juga makin banyak dimanfaatkan di lingkungan kerja.
Laporan Google mengungkap, 79 persen tenaga kerja di Indonesia telah mengikuti pelatihan atau peningkatan keterampilan terkait AI.
Bahkan keikutsertaan untuk pelatihan yang berkaitan dengan AI generatif sudah meningkat tiga kali lipat di Indonesia.
“Artinya tenaga kerja Indonesia ini sudah menunjukkan kemauan dan juga komitmen yang kuat dan proaktif terhadap adaptasi dan juga mempersiapkan diri mereka masing-masing secara aktif untuk masa depan yang AI first,” ungkap Vero.
Ia menegaskan, integrasi dan adaptasi AI ini sudah menjadi keunggulan kompetitif masa kini.
(*Drw)
















